
SMK Khozinatul Ulum Todanan, Kurikulum Terintegrasi (Integrated Curriculum) Daihatsu adalah program penyelarasan kurikulum pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan standar kebutuhan industri otomotif yang dikembangkan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Pintar Bersama Daihatsu.
Konsep Utama
- Bukan Menambah Jam: Kurikulum ini mengintegrasikan kompetensi industri langsung ke dalam struktur kurikulum sekolah yang sudah ada, tanpa sekadar menambah jam pelajaran. [1]
- Budaya Industri 5S: Menerapkan kebersihan dan kedisiplinan kerja ala Jepang, yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke (5S) di lingkungan sekolah. [1]
Materi Pembelajaran Utama (Contoh: Teknik Kendaraan Ringan/TKRO)
- Kelas X: Penggabungan materi dasar seperti simulasi dan komunikasi digital, serta penerapan ilmu dasar fisika dan kimia pada kompetensi otomotif. [1]
- Kelas XI – XII: Materi teknis mendalam mencakup sistem utama engine dan mekanisme katup, sistem pelumasan, sistem pendingin, sistem bahan bakar bensin (konvensional & EFI), Engine Management System (EMS), sistem injeksi diesel common rail, unit kopling, transmisi manual/otomatis, hingga poros propeler. [1]
Dukungan dan Implementasi
- Pelatihan Guru (Technical Training): Guru-guru SMK binaan diberikan pelatihan teknologi otomotif terkini langsung oleh pihak Daihatsu.
- Fasilitas & Pendampingan: Pembentukan kelas industri khusus (seperti kelas DOJO) dan evaluasi langsung oleh tim asesor dari Daihatsu.
- Jaringan Sekolah: Program ini telah diterapkan di ratusan SMK binaan Daihatsu yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Pelajari lebih lanjut melalui PT Astra Daihatsu Motor